Selasa, 03 Mei 2016

MENGHITUNG LUAS TANAH

Menghitung Luas Tanah dengan Android

Halo.... para sobat pengunjung Blog Pelajar.
Pada postingan sebelumnya Blog Pelajar telah menjabarkan bagaimana cara menghitung luas tanah yang benar. Pada Postingan tersebut Blog Pelajar juga telah memberikan aplikasi perhitungan dalam bentuk Microsoft Excel dan juga dalam bentuk aplikasi visual basic yang dapat dijalankan melalui computer.
Pada kesempatan kali ini Blog Pelajar akan membagikan aplikasi android untuk menghitung luas tanah tanah. Blog Pelajar berinisiatif membuat aplikasi ini dikarenakan banyaknya pengguna android pada saat ini. Selain itu penggunaan aplikasi ini lebih mudah dan simple karna bisa dibawa kemana-mana dan sudah langsung terpasang di android. Aplikasi ini Blog Pelajar bagikan secara cuma-cuma. hehehehehehehe.....

Tapi sebelum agan mendownload aplikasi ini, agan harus pahami dulu bagaimana menghitung luas tanah yang sebenarnya melalui link ini agar agan tidak bingung cara kerja aplikasi ini.

ini tampilan aplikasi nya.
























Untuk aplikasi android agan bisa mendownload nya disini
Semoga bermanfaat bagi pembaca dan juga penulis agar bisa terus berkreasi.

Minggu, 24 April 2016

Hukum Bertawasul Dengan Nabi,Auliya' Maupun orang Sholih

BERTAWASSUL DENGAN ORANG MATI

Sebelum mengomentari hukum tawassul dengan orang mati terlebih dahulu kita ketahui apakah orang yang mati itu hidup dalam makamnya dan mendengat suara kita.

Disa’at Rasululah SAW mensyari’atkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada orang yang mati sa’at berziarah kubur sebenarnya ini sudah cukup kuat untuk di jadikan landasan bahwa orang mati itu masih hidup dalam alamnya dan mendengar salam kita.
Banyak ayat-ayat al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah yang menjelaskan bahwa orang mati itu hidup dalam alamnya dan mendengar suara kita di antaranya:

Surat Alimron ayat 169

( ﻭﻻ ﺗﺤﺴﺒﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻗﺘﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﻮﺍﺗﺎ ﺑﻞ
ﺃﺣﻴﺎﺀ ﻋﻨﺪ ﺭﺑﻬﻢ ﻳﺮﺯﻗﻮﻥ )

Artinya: jangan engkau menyangka orang yang meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka
hidup dihadapan Allah dan diberi rizqi

Surat Albaqoro ayat 153

( ﻭﻻ ﺗﻘﻮﻟﻮﺍ ﻟﻤﻦ ﻳﻘﺘﻞ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻣﻮﺍﺕ ﺑﻞ ﺃﺣﻴﺎﺀ
ﻭﻟﻜﻦ ﻻ ﺗﺸﻌﺮﻭﻥ )

Artinya: jangan kau katakana bagi orang yang
meninggal di jalan Allah itu mati melainkan mereka
hidup hanya saja kau tidak merasakannya.

Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:

ﻣﺮﺭﺕ ﺑﻤﻮﺳﻰ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺳﺮﻱ ﺑﻲ ﻭﻫﻮ ﻗﺎﺋﻢ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ ﻗﺒﺮﻩ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻜﺜﻴﺐ ﺍﻷﺣﻤﺮ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﺭﻗﻢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ6107

Artinya : Rosulullah Bersabda: saya berjumpa Musa AS pada malam isro yang mana saat itu Musa sedang Sholat dikuburannya yang terletak di tumpukan tanah merah.

Hadist Imam Bukhori Dalam shohihnya.
Disaat selesai perang Badar Rosulullah memanggil satu persatu orang-orang kafir yang meninggal lalu Umar berkata : ya rosulullah jasad tanpa Ruh tidak bisa berbicara seraya rosulullah menjawab Demi Allah sesunggunya engkau tidak mendengar apa yang aku katakan.
Hukum bertawassul dengan Orang Mati.
Berangkat dari masalah diatas bahwa orang yang mati
itu hidup dalam alamnya dan mendengar perkataan orang yang masih hidup maka seseorang diperbolehkan bertawassul dengan mereka baik dengan baginda Nabi Muhammad SAW atau orang sholeh. Adapun Hadist-hadist khusus yang menjelaskan masalah ini sebagai berikut:

Hadist yang diriwayatkan Malik Addar

ﻋﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﺪﺍﺭﻱ ﻭﻛﺎﻥ ﺧﺎﺯﻥ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺎﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺤﻂ ﻓﻲ ﺯﻣﻦ ﻋﻤﺮ ﻓﺠﺎﺀ ﺭﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺳﺘﺴﻖ ﻻﻣﺘﻚ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻗﺪ ﻫﻠﻜﻮﺍ ﻓﺄﺗﻰ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺎﻡ ﻓﻘﻴﻞ ﻟﻪ ﺍﺋﺖ ﻋﻤﺮﻓﺎﻗﺮﺋﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻭﺃﺧﺒﺮﻩ ﺑﺄﻧﻜﻢ ﻣﺴﺘﺴﻘﻮﻥ ﻭﻗﻞ ﻟﻪ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻠﻜﻴﺲ ﻓﺄﺗﻰ ﻋﻤﺮ ﻓﺄﺧﺒﺮﻩ ﻓﺒﻜﻰ ﻋﻤﺮ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻳﺎﺭﺏ ﻻ ﺁﻟﻮ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻋﺠﺰﺕ)ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ ﺗﺎﺭﻳﺨﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻓﻲ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﺍﺳﻨﺎﺩﻩ ﺻﺤﻴﺢ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺪﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ:ﺍﺳﻨﺎﺩﻩ ﺻﺤﻴﺢ )

Diriwayatkan Malik Addar pemegang Gudang di zaman Umar RA beliau berkata : terjadi musim kemarau dizaman Umar Alkhottob RA lalu ada seorang laki-laki datang kemakam rosulullah dan berkata ya rosulallah,

riwayat lain : ya Muhammad: turunkan hujan kepada umatmu karna mereka dalam kehancuran kemudian orang tersebut mimpi berjumpa Rosulallah
dan beliau bersabda : datanglah ke Umar dan sampaikan salamku serta beritahu kepadanya bahwa mereka akan diturunkan hujan, katakan kepadanya engkau dalam keberhasilan, ahirnya orang tersebut datang ke sayyidina Umar RA dan memberitahu apa yang terjadi, umar Ra pun Menangis (ini diriwayatkan oleh
Imam bukhori dikitab Tarikh. ibnu hajar dalam Kitab Fathul bari dan Ibnu kathir dalam kitab Bidayah Wannihaya mengatakan isnadnya hasan
Perintah S.Aisyah RA untuk melubangi atap makam Rosulillah SAW supaya tidak ada penghalang antara makam dengan langit. akhirnya mereka melakukan perintah ini lalu Allah menurunkan hujan. (hadis ini diriwayatkan Imam Dharimi.

Kesimpulan:
Tawassul dengan orang hidup atau mati merupakan amaliyah yang di perbolehkan Syara` bukanlah suatu yang Bid`ah apalagi masuk katagori syirik.

Ari Ari Bayi

1. Masyimah yang tersambung dengan pusar (ari-ari)

2. Masyimah pembungkusbayi (uterus)
Masyimah hukumnya suci.

Sedangkan hukumnya sebagai berikut :

1. Masyimah (ari-ari) sunah dikuburkanbila bayinya tidak mati seketika oada waktu pemotongansedang bila bayinya mati sat pemotonganatau lahir sudah dalam keadaan mati maka hukumnya sama dengan bayinya (Wajib dikuburkan).

2. Masyimah pembungkus bayi (uterus) tidak terdapati kewajiban apapun.
Ketentuan diatas berpijak pada pendapat al-Batmawi

وَالْجُزْءُ الْمُنْفَصِلُ ) بِنَفْسِهِأَوْ بِفِعْلِ فَاعِلٍ( مِنْ ) الْحَيَوَانِ ( الْحَيِّ ) ( كَمَيْتَتِهِ ) طَهَارَةً وَضِدَّهَالِخَبَرِ { مَا قُطِعَ مِنْ حَيٍّ فَهُوَ مَيِّتٌ } فَالْيَدُ مِنْ الْآدَمِيِّ طَاهِرَةٌوَلَوْ مَقْطُوعَةً فِي سَرِقَةٍ أَوْ كَانَ الْجُزْءُ مِنْ سَمَكٍ أَوْ جَرَادٍ وَمِنْ نَحْوِ الشَّاةِ نَجِسَةٌ ، وَمِنْهُ الْمَشِيمَةُ الَّتِي فِيهَا الْوَلَدُ طَاهِرَةٌ مِنْ الْآدَمِيِّ ، نَجِسَةٌ مِنْ غَيْرِهِ

Bagian tubuh yang terpisah dengan sendirinya  atau akibat perbuatan seseorang dari yang hidup hukumnya seperti bangkainya baik dalam kesucian atau kenajisannya berdasarkan hadits “Yang terpisah dari yang hidup seperti bangkai” maka tangan yang terpisah dari manusia hukumnya suci meskipun terpotong akibat pencurian atau bagian tubuh dari ikan air atau belalang (maka suci).Sedang yang terpotong dari semacam kambing maka najis.Termasuk masyimah yang didalamnyaterdapati anak, bila dari manusiamaka suci, bila dari selainnya maka najis.

Hasyiyah as-Syibro Malisy II/15

فَرْعٌ ) آخَرُ هَلْ الْمَشِيمَةُ جُزْءٌ مِنْ الْأُمِّ أَمْ مِنْ الْمَوْلُودِ حَتَّى إذَا مَاتَ أَحَدُهُمَا عَقِبَ انْفِصَالِهَا كَانَ لَهُ حُكْمُ الْجُزْءِ الْمُنْفَصِلِ مِنْ الْمَيِّتِ فَيَجِبُ دَفْنُهَا ، وَلَوْ وُجِدَتْ وَحْدَهَا وَجَبَ تَجْهِيزُهَا وَالصَّلَاةُ عَلَيْهَا كَبَقِيَّةِ الْأَجْزَاءِأَوَّلًا ؛ لِأَنَّهَالَا تُعَدُّ مِنْ أَجْزَاءِ وَاحِدٍ مِنْهُمَا خُصُوصًا الْمَوْلُودَ فِيهِ نَظَرٌ فَلْيُتَأَمَّلْ .ا هـ .سم عَلَى الْمَنْهَجِ وَأَقُولُ الظَّاهِرُأَنَّهُ لَا يَجِبُ فِيهَا شَيْءٌ ا هـ .ع ش عَلَى م ر .وَعِبَارَةُ الْبِرْمَاوِيِّ أَمَّا الْمَشِيمَةُالْمُسَمَّاةُ بِالْخَلَاصِ فَكَالْجُزْءِ ؛ لِأَنَّهَاتُقْطَعُمِنْ الْوَلَدِ فَهِيَ جُزْءٌ مِنْهُ وَأَمَّا الْمَشِيمَةُ الَّتِي فِيهَا الْوَلَدُ ، فَلَيْسَتْجُزْءًا مِنْ الْأُمِّ وَلَا مِنْ الْوَلَدِ انْتَهَتْ .

CABANG

Apakah masyimah bagian dari ibuatau anak hingga bila salah satu dari mereka meninggal setelah terpisahnya maka hukumnya seperti bagian tubuh yang terpisah dari mayat maka wajib menguburkannya, dan bila ia ditemukan sendirian maka wajib merawatnyaserta menshalatinya sebagaimana bagian-bagiantubuh manusia lainnya ? Ataukahtidak diwajibkanapapun atas masyimah tersebut karena ia tidaj terhitung satu bagian tubuh dari mereka ? Didalamnyaperlu pemikiran,maka berfikirlah..

Ahmad Bin Qoosim al-‘Ubbaadi berpendapat tidak ada kwajiban apapun atas masyimah sedang al-Barmawymenilai Masyimah yang juga dikenal dengan nama al-Khalashmaka seperti bagian tubuh dari seseorang karena ia terpotong dari tubuh seorang anak maka ia bagian tubuhnya, sedang masyimah yang didalamnyaterdapati anak maka bukanlah bagian tubuh dari ibu juga bukan bagian tubuh dari anak

Rabu, 13 April 2016

Mengambil Sesuatu Hanya Berdasarkan Duga'an

Dzon ridho ( persangka'an ridho)

Mengambil sesuatu atau kepemilikan orang laen yg di dasari kuatnya persanka'an bahwa jika seandainya pemilik tahu hal ito di relakan maka hukumnya boleh,namun apa bila persangka'anya salah,maka wajib bg ia untuk menggantinya.

فتاوى الكبرى :4\116
( وسئل ) بما لفظه هل جواز الاخذ بعلم الرضا من كل شيئ ام مخصوص بطعام الضيافة     ( فاجاب ) بقوله الذى دل عليه كلامهم انه غير مخصوص بذلك  وصرحوا بأن غلبة الظن كالعلم فى ذلك وحينئذ فمتى غلب على ظنه ان المالك يتسمحه له باخذ شيئ معين من    ماله جاز له اخذه ثم ان بان خلاف ظنه لزمه ضمانه والا فلا.

Menyewa Pengajar Harus Tentukan Materinya

Menyewa pembimbing kudu tentukan materi atau waktu

Hukum Menyewa pengajar harus di tentukan materinya, karena yg namanya tujuan belajar harus jelas,sebagaimana dalam membimbing ayat alqur'an harus di tentukan ayat mana yg akan di ajari,mengingat dr adanya ayat alqur berbeda beda dan banyak macam suroh.

تكملة المجموع شرح المهذب الجزء الخامس عشر ص : 27   المكتبة السلفية
( فصل ) وإن استأجر رجلا ليلقنه سورة من القرآن لم يصح حتى يعرف السورة لأن الغرض يختلف باختلافها, وإن كان على تلاوة عشر آيات من القرآن لم يصح حتى يعينها لأن آيات القرآن تختلف, فإن كان على عشر آيات من سورة معينة ففيه وجهان ( أحدهما ) لا يصح, لأن الأعشار تختلف ( والثانى ) يصح. اهـ

المحلى وحاشيته القليوبى الجزء الثالث ص : 73     دار إحياء الكتب العربية
( ويقدر تعليم القرآن بمدة ) كشهر قطع به الإمام والغزالى وإيراد غيرهما يقتضى المنع زاد فى الروضة أن الأول أصح وأقوى ( أو تعيين سور ) أو سورة أو آيات بأن يسمعها المستأجر قبل العقد كما ذكره بعضهم وقيل يكفى ذكر عشر آيات مثلا من غير تعيين سورة وقيل لا بد من تعيينها. ( تنبيه ) لو كان المتعلم ينسى ما يتعلمه وجب إعادته إن كان بعض آية وإلا فلا ولو استأجره لقدر معين فعلم بعضه ثم ترك فإن أمكن البناء على ما فعل استحق القسط وإلا كأن مات المتعلم لم يستحق شيئا وهذا يجرى فى سائر الإجارات كالبناء والخياطة ولو استأجره لتعليم القرآن كله فى مدة لم يصح لأنه من الجمع بين المحل والزمن وإذا قلنا بالصحة فتعلمه كله فى بعضها استحق بالقسط وتنفسخ فى الباقى وكذا يقال فى غير ذلك كالمداواة والاكتحال ولو استأجره لحرف أو قدر فعلم غيره لم يستحق شيئا. اهـ

Selasa, 12 April 2016

Hukum Melewati Orang Yang Sedang Shalat


HUKUM MELEWATI ORANG YANG SEDANG SHALAT

Hukum berjalan di depan orang sedang shalat adalah Haram,walaupun dalam ke adaan dlorurot.

Namun menurut imam al adzro'i hukum berjalan di depan orang sedang shalat di perbolehkan,jika tidak di temukan jalan lain kecuali untuk melewatinya,baik dalam ke'adaan dlorurot seperti takut kencing di tengah2 shalat berjama'ah.

Reffrensi:

-Bugyahtul Mustarsyidin Hal 55
-As Syarwani juz 2 Hal 160

بغية المسترشدين :55
(فائدة) يحرم المرور بين المصلى وسترته وان لم يجد طريقا ولو لضرورة كما في الامداد والايعاب.  لكن قال الأذراعى ولاشك فى حل المرور اذا لم يجد طريقا سواه عند ضرورة خوف بول ككل مصلحة ترجحت على مفسدة المرور وقال الأئمة الثلاثة اذا لم يجد طريقا مطلقا واعتمده الاسنوى والعباب وغيرهما. 
 
الشروانى :2\160
وعبارة الكردى والايعاب قال الأذراعى ولا شك في حل المرور اذا لم يجد طريقا سواه عند ضرورة نحو بول او لعذر يقبل منه وكلمارجحت مصلحته على مفسدة المرور فهو في معنى ذلك. وما ذكره فى الضرورة ظاهر بخلاف ما بعده على اطلاقه انتهى كلام الايعاب.ونقل الامام عن   الائمة جواز المرور اذالم يجد طريقا واعتمده الاسنوى والعباب وغيرهما.